December 19, 2011

TUGAS IV


PENTINGNYA PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI
Sebuah pengendalian adalah sesuatu aplikasi atau system yang mempunyai peran dalam hal mencegah atau mendeteksi adanya kesalahan-kesalahan. Sebuah pengendalian dikatakan berhasil ketika kesalahan-kesalahan yang terjadi sebelumnya dapat diminimalisir.
Pendekatan sistem digunakan oleh beberapa bidang terutama dalam bidang TI dan manajemen yang bertujuan dalam mendukung sikap pengambilan keputusan pada saat-saat krusial untuk meminimalkan resiko yang akan terjadi dikemudian hari.
Tugas Pengendalian Dalam Sistem Informasi Yang Terdiri Dari :


KONTROL PROSES PENGEMBANGAN.


Selama fase desain dan analisis dari siklus hidup system, Analis System, DBA dan Manajer Jaringan membangun fasilitas kontrol tertentu dalam desain system. Selama fase implementasi, programmer menggabungkan kontrol tersebut ke dalam system. Desain system dikontrol dengan cara menggabungkan kontrol software menjadi lima bagian pokok. Untuk memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dpt memenuhi kebutuhan pemakai atau berjalan sesuai rencana
1. Fase Perencanaan
Mendefinisikan tujuan dan kendala.
2. Fase Analisis & Disain
Mengidentifikasi kebutuhan informasi. Menentukan kriteria penampilan Menyusun disain dan standar operasi CBIS.
3. Fase Implementasi
Mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima. Memastikan apakah memenuhi criteria penampilan Menetapkan prosedur utk memelihara CBIS.
4. Fase Operasi & Kontrol
Mengontrol CBIS selagi berevolusi selama fase SLC. Memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan.


KONTROL DESAIN SISTEM


Tujuan untuk memastikan bahwa disainnya bisa meminimalkan kesalahan, mendeteksi kesalahan dan mengoreksinya.
Kontrol tidak boleh diterapkan jika biayanya lebih besar dari manfaatnya. Nilai atau manfaat adalah tingkat pengurangan resiko.
I. Permulaan Transaksi (Transaction Origination)
Perekaman satu elemen data/lebih pada dokumen sumber
1. Permulaan Dokumentasi Sumber
Perancangan dokumentasi
Pemerolehan dokumentasi
Kepastian keamanan dokumen
2. Kewenangan
Bagaimana entry data akan dibuat menjadi dokumen dan oleh siapa
3. Pembuatan Input Komputer
Mengidentifikasi record input yang salah dan memastikan semua data input diproses
4. Penanganan Kesalahan
Mengoreksi kesalahan yang telah dideteksi dan menggabungkan record yang telah dikoreksi ke record entry
5. Penyimpanan Dokumen Sumber
Menentukan bagaimana dokumen akan disimpan dan dalam kondisi 

bagaimana dapat dikeluarkan.


KONTROL PENGOPERASIAN SISTEM


Kontrol pengoperasian sistem dimaksudkan untuk mencapai efisiensi dan keamanan. Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi 5 area :
1. Struktur organisasional.
Staf pelayanan informasi diorganisir menurut bidang spesialisasi. Analisis, Programmer, dan Personel operasi biasanya dipisahkan dan hanya mengembangkan ketrampilan yang diperlukan untuk area pekerjaannya sendiri.
2. Kontrol perpustakaan.
Perpustakaan komputer adalah sama dengan perpustakaan buku, dimana didalamnya ada pustakawan, pengumpulan media, area tempat penyimpanan media dan prosedur untuk menggunakan media tersebut. Yang boleh mengakses perpustakaan media hanyalah pustakawannya.
3. Pemeliharaan Peralatan.
Orang yang tugasnya memperbaiki computer yang disebut Customer Engineer (CE) / Field Engineer (FE) / Teknisi Lapangan menjalankan pemeliharaan yang terjadwal / yang tak terjadwal.
4. Kontrol lingkungan dan keamanan fasilitas.
Untuk menjaga investasi dibutuhkan kondisi lingkungan yang khusus seperti ruang computer harus bersih keamanan fasilitas yang harus dilakukan dengan penguncian ruang peralatan dan komputer.
5. Perencanaan disaster.
i. Rencana Keadaan darurat
Prioritas utamanya adalah keselamatan tenaga kerja perusahaan.
ii. Rencana Backup
Menjelaskan bagaimana perusahaan dapat melanjutkan operasinya dari ketika terjadi bencana sampai ia kembali beroperasi secara normal.
iii. Rencana Record Penting
Rencana ini mengidentifikasi file data penting & menentukan tempat penyimpanan kopi duplikat.
iv. Rencana Recovery
Rencana ini mengidentifikasi sumber-sumber peralatan pengganti, fasilitas komunikasi dan pasokan-pasokan.


MENGAMANKAN SUMBER DAYA INFORMASI


Perusahaan melakukan investasi besar dalam sumber daya informasinya Sumber daya tersebar di seluruh organisasi dan tiap manajer bertanggungjawab atas sumber daya yang berada di areanya, membuat mereka aman dari akses yang tidak sah.


KEAMANAN SISTEM


Tujuan Keamanan Sistem (System Security):
1. Kerahasiaan
Perusahaan berusaha melindungi data dan informasi dari pengungkapan kepada orang-orang yang tidak berhak.
2. Ketersediaan
Tujuan CBIS adalah menyediakan data dan informasi bagi mereka yg berwenang untuk menggunakannya terutama bagi subsistem CBIS yang berorientasi informasi SIM, DSS dan SP.
3. Integritas
Semua subsistem CBIS harus menyediakan gambaran akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.


ANCAMAN KEAMANAN


1. Pengungkapan tidak sah dan pencurian
Jika database dan software tersedia bagi orangorang yang tidak berwenang untuk mendapatkan aksesnya, hasilnya dapat berupa kehilangan informasi.
2. Penggunaan tidak sah
Orang-orang yang biasanya tidak berhak menggunakan sumber daya perusahaan.
3. Penghancuran tidak sah dan penolakan jasa Orang dapat merusak / menghancurkan hardware dan software menyebabkan terhentinya operasi komputer perusahaan.
4. Modifikasi tidak sah.
5. Jenis modifikasi yang sangat mencemaskan disebabkan oleh sotware yang merusak
yang terdiri dari program lengkap/segmen kode yg melaksanakan fungsi yang tidak dikehendaki pemilik system Dasar untuk keamanan terhadap ancaman oleh oangorang yang tidak berwenang adalah pengendalian akses karena jika orang tidak berwenang ditolak aksesnya ke sumber daya
informasi, perusakan tidak dapat dilakukan.


PENGENDALIAN AKSES


1. Identifikasi pemakai (User Identification)
Pemakai mula-mula mengidentifikasi diri sendiri dengan menyediakan sesuatu yang diketahuinya seperti kata sandi.
2. Pembuktian keaslian pemakai (User Authentication)
Pemakai membuktikan haknya atas akses dengan menyediakan sesuatu yang menunjukkan bahwa dialah orangnya, seperti tanda tangan.
3. Otorisasi pemakai (User Authorization)
User Identification dan User Authentication menggunakan profil pemakai / penjelasan mengenai pemakai yang berwenang User Authorization menggunakan file pengendalian akses yang menentukan tingkat-tingkat akses yang tersedia untuk tiap pemakai.
Suatu AUDIT LOG disimpan untuk semua kegiatan pengendalian akses seperti tanggal, jam serta identifikasi terminal. LOG digunakan untuk menyiapkan laporan keamanan.

December 11, 2011

R-PROGRAMING 2



Cara membuat tabel DF pada R programming.
    1.   Bukalah program R
    2.   Jika sudah terbuka lalu pilih Clear Console pada menu edit atau tekan shortcut ctrl+L.
    3.   Kemudian tulis coding dibawah ini.

Hati-hati dalam penulisan data, HARUS TELITI!!!


LOGIKA

Data=c(41,….) untuk mendeklarasikan variabel  C yang masuk dalam record data.
Sort(data) berfungsi untuk mengurutkan data dari yang terkecil sampai yang terbesar.
Length(data) berfungsi untuk mengetahui panjangnya data/jumlah data.
Max(data) berfungsi untuk menunjukkan data terbesar.
Min(data) berfungsi untuk menunjukkan data terkecil.
Jk=1+3.322*log10((length(data))) Artinya variable JK(jumlah kelas)  adalah nilai jumlah data dikalikan log 10 kemudian dikalikan 3,322 kemudian dijumlahkan dengan 1 .
Range=max(data)-min(data) artinya untuk mendapatkan hasil range data terbesar harus dikurangi data terkecil.
Int=range/jk maksudnya adalah hasil dari int(interval) dapat diketahui bila range data dibagi dengan JK(jumlah kelas).
Round berfungsi untuk pembulatan bilangan decimal menjadi bilangan bulat.


Tabel=edit(data.frame())   berfungsi untuk memunculkan empty  table yang kemudian akan diisi dengan data-data yang telah ditentukan.
Untuk melihat hasilnya cukup dengan menulis tabel, maka hasilnya pun akan terlihat seperti tulisan berwarna biru diatas.


 
LOGIKA



Coding diatas berfungsi untuk menampilkan jumlah frekuensi yang terdapat dalam setiap kelas, dengan cara memasukkan fungsi(x,y,z) pada frekuensi.
Nilai a terlebih dahulu dimulai dari angka 0 dan setelah memasukkan rumus nilai a akan bertambah secara otomatis.
Kemudian hasil dari frekuensi tersebut dapat tercetak dalam variabel a.








LOGIKA

Coding diatas berfungsi untuk memunculkan format tabel frekuensi yang telah anda hitung pada coding sebelumnya.




LOGIKA

Coding diatas berfungsi untuk memunculkan format tabel median atau nilai tengah dari setiap kelas yang ada.
 






LOGIKA

Hist(data,main=”histogram”)

Coding diatas digunakan untuk memunculkan grafik yang terdiri dari data sebagai ‘sumbu x’ dengan nama histogram. Hasilnya seperti ini:


 


Plot(titik_tengah,frek,main=”data” )

Coding diatas digunakan untuk memunculkan grafik plot dengan nama data yang terdiri dari titik_tengah sebagai ‘sumbu x’ dan frek sebagai ‘sumbu y’. Hasilnya seperti ini:
Polygon(titik_tengah,frek,col=”green,border=”red”)
 
Coding diatas digunakan untuk menambahkan warna pada colom plot dengan warna hijau, dan bordernya dengan warna merah. Hasilnya seperti ini:

Sekian pendapat saya tentang materi R-Programming yang telah saya dapatkan.
Semoga bermanfaat bagi anda yang membacanya.
 



 

December 4, 2011

CBIS & E-COMMERCE ( TUGAS III )


1.  Jelaskan evolusi dari Computer Based Information System (CBIS)!



Evolusi dari Computer Based Information System (CBIS) mengikuti system life cycle, yang terdiri dari Siklus hidup suatu sistem bisa berlangsung beberapa bulan ataupun beberapa tahun .


Penentu lama dan yang bertanggung jawab atas SLC berulang ialah pemakai CBIS. Walau banyak orang mungkin menyumbangkan keahlian khusus mereka untuk pengembangan sistem berbasis komputer, pemakailah yang bertanggung jawab atas siklus hidup sistem.

Seiiring berkembangnya CBIS, manajer merencanakan siklus hidup dan mengatur para spesialis informasi yang terlibat. Setelah penerapan, manajer mengendalikan CBIS untuk memastikan bahwa sistem tersebut terus menyediakan dukungan yang diharapkan. Tanggung jawab keseluruhan manajer dan dukungan tahap demi tahap yang diberikan oleh spesialis informasi.


2. Jelaskan mafaat dan kendala yang bisa diantisipasi dari perdagangan melalui jaringan elektronik (E-Commerce)!

Manfaat yang dapat diantisipasi dari E-Commerce :
1. Pelayanan kepada masyarakat yang lebih efektif dan efisien.
2. Hubungan dagang antara penjual dengan konsumen menjadi lebih baik.
3. Pengembangan investasi pemegang saham dan pemilik yang meningkat.


Kendala yang dapat diantisipasi dari E-Commerce :
1. Biaya tinggi.
2. Masalah keamanan.
3. Perangkat lunak yang belum banyak tersedia.



3.model yang digunakan dalam Model Sistem Umum Perusahaan

Sebagian sistem terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, sebagian lagi tidak. Pengendalian ini dapat dicapai dengan menggunakan suatu lingkaran yang disebut "Lingkaran Umpan Balik" yang menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme pengendalian begitu pula sebaliknya.

a. Sistem Lingkaran Terbuka.
b. Sistem Lingkaran Tertutup.


Pengendalian Manajemen adalah pihak manajemen menerima informasi yang menggambarkan output sistem. Sedangkan Pengolah Informasi adalah Perjalanan informasi yang tidak selalu dari sistem fisik kepada manajer. Para manajer memperoleh informasi dari sistem yang menghasilkan informasi atau dari data yang terkumpul.


4. Management by exception

Management by exception merupakan kemampuan dasar yang disediakan CBIS. Dengan membiarkan CBIS memegang sebagian tanggung jawab memantau sistem fisik. Jadi, waktu manajer dapat digunakan secara efektif.

Standar dikombinasikan dengan output informasi dari pengolah informasi, memungkinkan manajer untuk melaksanakan management by exception. Management by exception adalah suatu gaya yang diikuti manajer, yaitu manajer terlibat dalam aktivitas hanya jika aktivitas itu menyimpang dari kinerja yang dapat diterima. Agar manajer dapat mempraktekan management by exception, harus ditetapkan standar dalam bentuk batas atas dan batas bawah kinerja yang dapat diterima.

Referensi:



 
Powered by Blogger.
 

Black Box Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger