Showing posts with label hukum. Show all posts
Showing posts with label hukum. Show all posts

March 17, 2011

KEMBALI, PAKET BOM BUKU


Untuk ke keempat kalinya sebuah paket bom di temukan lagi kali ini Musisi Ahmad Dhani menerima paket ancaman bom di rumahnya, Jalan Pinang Perak III, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Satuan Gegana Polda Metro Jaya telah meledakkan paket bom tersebut, dan situasi di sekitar kediaman Dhani pun kembali normal.

Paket bom ini adalah yang keempat kalinya terjadi dari bom di utan kayu, BNN, rumah Japto hingga sekarang di rumah Ahmad Dhani. Dari tanggal pengiriman di paket tersebut sama semua seperti bom yang terjadi di Utan Kayu dan alamatnya pun sama-sama fiktif sebab saat ditelusuri alamatnya dari keempat paket bom itu tidak ada yang benar.

setelah paket itu dibuka dan ternyata isinya adalah bom tim Gegana Polri segera meledakkan bom tersebut di sebuah lahan di kompleks perumahan tersebut. Namun,sebelum bom diledakkan sekitar pukul 12.00, Kepolisian sempat menutup jalan di sekitar kediaman Dhani. Kedua jalan yang sempat ditutup adalah Jalan Pinang Perak dan Pinang Mas III.  Dan setelah bom diledakkan jalan pun kembali dibuka.

Ahmad Dhani menjadi sasaran terror bom karena dia dianggap sebagai tokoh Yahudi seperti tertera pada judul buku itu “Yahudi Militan”. Modusnya pun sama seperti paket bom buku yang ditujukan kepada Ulil yaitu sang penulis meminta Dhani menuliskan kata pengantar pada bukunya tersebut.
 
Menurut rencananya, Dhani akan menuju Polda Metro Jaya untuk mengisi Berita Acara Pemeriksaan atas teror yang mengancam dia dan keluarganya itu.

LAGI, PAKET BOM BUKU

Tepat pukul 21.00 selasa malam rumah milik Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto S. Soerjosoemarno didatangi polisi bukan karena sang pemilik rumah tersangkut kasus hokum melainkan karena sang pemilik rumah menerima sebuah paket buku yang mencurigakan. Tim gegana dari POLRI pun langsung mengamankan paket tersebut. Dan setelah di buka ternyata itu memang benar bom buku yang dikirim seseorang.

Bom yang dikirim ke Japto diduga sama dengan paket bom yang ditujukan ke aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla di Komunitas Utan Kayu, Jakarta Timur dan Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur. Tak seperti bom di Utan Kayu, yang melukai tiga  orang termasuk memutuskan tangan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur Komisaris Polisi Dodi Rahmawan. Akhirnya bom di rumah Japto diledakkan tim Gegana tanpa menimbulkan korban.
Paket bom buku bertema seputar 'Pancasila' diledakkan pukul 22.30 WIB. Ledakan terdengar hingga radius 500 meter.

Paket bom di rumah Japto sama dengan di Utan Kayu dan BNN. Namun judul buku yang dikirim kedua tempat itu berbeda yakni "Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-Dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin." Paket buku itu dikirim atas nama Drs Sulaeman Azhar, profesi penulis, dan beralamat di Jalan Bahagia, Gg Panser No 29, Ciomas, Bogor. Nomor telepon selular si pengirim 081332220579.

Japto yang bernama asli Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Japto Soelistyo Soerjosoemarno, S.H. lahir di Solo, Jawa Tengah, 16 Desember 1949. Dia adalah tokoh dan pendiri organisasi Pemuda Pancasila.

Beliau menjadi sentral organisasi ini selama tiga dekade. Menjabat sebagai Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila sejak Musyawarah Besar (Mubes) III di Cibubur tahun 1981. Pada Mubes VIII Pemuda Pancasila tahun 2009 di Pondok Gede, dia kembali dikukuhkan menjadi pimpinan tertinggi hingga tahun 2014. Dari organisasi ini Japto kemudian mendirikan Partai Patriot Pancasila dimana hingga kini dia menjabat sebagai ketua umumnya.

referensi:

Powered by Blogger.
 

Black Box Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger